Jumat, 27 September 2019

Kenyamanan yang Terkalahkan dengan Kekurangan

BUS WISATA CITY TOUR
Photo by : Google.com

JAKARTA–Kurangnya hiburan untuk penumpang transportasi City Tour, hingga lamanya menunggu kedatangan armada menjadi salah satu alasan kekurangan yang dimiliki transportasi gratis ini.

”Transportasi ini sudah cukup nyaman sih.,” kata Tatang, pe-numpang bus City Tour yang menggunakan transportasi menuju Kalijodo, Kamis (23/11). Ia juga menambahkan jika trans-portasi ini akan lebih nyaman jika dilengkapi tele-visi atau hiburan yang lain. “Kurang hiburan, kalo ada televisi atau hi-buran lain kaya dipasang lagu-lagu kan bisa bikin ngga jenuh,” katanya.

Menurut Rahmat, petugas di dalam bus, sebenarnya terdapat hiburan televisi di dalam bus City Tour, tetapi tidak semua armada tersedia,”Kalau untuk televisi sebenarnya ada, tapi ngga semua armada ada. Lagu-lagu juga biasanya diputar, tapi sekarang lagi ngga,” katanya.

Selain tidak adanya hiburan di dalam bus, pengunjung juga harus menunggu cukup lama jika ingin menggunakan transportasi tersebut. “Armadanya kurang banyak. Tadi saya nunggu bus jurusan Kalijodo cukup lama,” kata Tatang.

Menurut Rahmat hal tersebut karena sedikitnya armada yang beroperasi dan kondisi jalur yang tidak dapat diprediksi, “Untuk armada bus City Tour jurusan Kalijodo ada tiga kalo hari biasa. Kalo hari libur biasanya ada empat armada,” katanya.

Selain itu, Rahmat juga menambahkan, banyak warga sekitar yang menaiki bus tersebut berulang kali di hari yang sama untuk mengisi waktu luang. Hal ini menyebabkan bus yang seharusnya dapat dinaiki oleh orang yang ingin berwisata malah penuh oleh orang-orang tersebut.

Jam Operasional
Rahmat mengatakan, jika jam operasional bus City Tour yaitu pukul 10.00 WIB - 23.00 WIB pada hari Sabtu dan Minggu. Selain itu, pada hari biasa bus ini beroperasi mulai pukul 10.00 WIB -18.00 WIB.

Menurut pengamatan yang dilakukan, di dalam bus City Tour jurusan Kalijodo tersebut total terdapat tujuh puluh buah kursi yang tersedia. Kursi tersebut berada di lantai atas dan bawah. Rahmat menuturkan, “Untuk jumlah kursi, tergantung armadanya. Ada yang jumlahnya enam puluh, ada yang tujuh puluh kursi,”jelasnya. Jumlah tersebut dirasa kurang memenuhi banyaknya permintaan penumpang yang ingin menggunakan bus tersebut.

Tatang berharap pemerintah dapat meningkatkan fasilitas yang tersedia di dalam City Tour, dan menambah jumlah armada yang beroperasi agar penumpang tidak perlu menunggu lama jika ingin menggunakan transportasi tersebut.

Share:

Rabu, 18 September 2019

Bengkel Berprestasi dari Modif Motor


Photo by: Bimo Custom Bikes
Kreatif adalah kata yang sangat melekat pada diri generasi muda. Mereka dapat menciptakan berbagai macam hal yang sebelumnya terlihat biasa menjadi lebih unik dan luar biasa.  Salah satunya motor, kebutuhan sekunder yang sudah banyak dimiliki para remaja ini dijadikan sebagai media untuk menyalurkan kreativitas mereka. Para generasi muda biasanya memodifikasi kendaraan bermotornya dengan alasan hobi serta agar motor mereka terlihat lebih indah dan modern.

Saat ini terdapat banyak bengkel yang sudah memiliki prestasi dalam memodifikasi  kendaraan bermotor. Salah satu bengkel tersebut yaitu Thrive Motorcycle. Bengkel yang terletak di Jalan Kemang Timur No.15 Jakarta Selatan ini, menjadi tempat yang tepat bagi anak muda yang ingin memperindah tampilan motor mereka. Menurut Putra Agung, yang biasa disapa Uu, salah satu pendiri Thrive Motorcycle, bengkel ini memiliki perbedaan dari bengkel lain pada pengerjaan detailnya,  Perbedaannya dengan bengkel lain, kalau kata orang-orang  atau penikmat dunia custom, Thrive memiliki atensi terhadap detail yang cukup teliti dipadu dengan perpaduan arahan desain yang klasik dengan rasa modern,jelasnya.

Salah satu pendiri Thrive Motorcycle
Berdiri pada tahun 2013, Thrive Motorcycle sudah menghasilkan puluhan motor yang dimodifikasi. Hasil modifikasi tersebut pernah mereka pamerkan di beberapa acara, antara lain Sekepal Aspal Jakarta, BBQ Ride Bandung, Kustomfest Yogyakarta, dan Customwar Bali. Saat ini salah satu motor hasil modifikasi mereka masih berada di Los Angeles, California, dan USA untuk berpartisipasi dalam pameran Custom Revolution yang diadakan oleh Petersen Automotive Museum. Selain prestasi-prestasi itu, hasil modifikasi motor keluaran bengkel Thrive Motorcycle pernah terpampang di dalam majalah-majalah luar negeri seperti di Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat.

Bengkel yang didirikan oleh generasi-generasi muda Indonesia seperti, Dimas Radhitya, Angga Djojosaputro, Indra Pratama, Barata Dwiputra, dan Putra Agung ini juga pernah mengerjakan beberapa karya dengan berbagai gaya yang cukup umum di mata penikmat custom.

Uu mengatakan, untuk lama pengerjaan modifikasi motor ini tergantung pada tingkat kesulitan, “Untuk pengerjaannya tergantung tingkat kesulitan, ada yang tipenya full modifikasi, ada yang modifikasi ringan. Yang ringan itu mungkin kaya cuman ganti ban, jok, dan cat tapi yang full itu ada yang bikin bentuk,katanya.

Pendiri Bimo Custom Bikes
Selain itu, bengkel lain yang juga sudah memiliki prestasi yaitu Bimo Custom Bikes. Berdiri sejak tahun 1998, bengkel ini sudah menghasilkan ratusan motor modifikasi. Apa saja desain saya bikin, saya mengikuti customer. Memang awalnya saya terfokus ke Harley tapi jenis atau modelnya macam-macam. Seiring dengan berjalannya waktu, mulai dari Coppers semua saya bikin.” Jelas Bimo, Pendiri Bimo Custom Bikes.

Bengkel yang terletak di Jl. Antasari No.83B, RT.3/RW.2, Cipete Selatan, Jakarta Selatan ini pernah mempamerkan hasil modifikasinya di berbagai acara, “Mungkin untuk di Indonesia ini ada beberapa acara yang internasional, ada juga yang sampai ke luar negeri paling jauh Malaysia,jelasnya. Selain dipamerkan di beberapa acara, motor hasil modifikasi bengkel ini pernah mengikuti ajang perlombaan pada 2006 yaitu, di ajang perlombaan AMG di Malaysia.

Bengkel yang sudah berdiri selama 20 tahun ini memiliki perbedaan dari bengkel lain karena jika terdapat kerusakan dalam jangka waktu yang sudah lama sekalipun, bengkel ini akan tetap bertanggung jawab, “ Saya di sini menekankan bahwa, saya menjamin mengganti pekerjaan saya. Apa yang saya bikin suatu saat terjadi semacam kerusakan-kerusakan itu akan dipertanggungjawabkan,jelasnya.

Thrive Motorcycle dan Bimo Custom Bikes menjadi bengkel berprestasi yang cocok bagi kaum muda yang ingin memodifikasi kendaraan bermotornya. Hal tersebut karena mereka memiliki kelebihan dan prestasi-prestasi yang sudah membuktikan kemampuan bengkel tersebut, sehingga kaum muda dapat lebih yakin untuk memperindah motor mereka.


Share: