Rabu, 23 Oktober 2019

Netizen Fair 2019, Kalahkan Hal Negatif dengan Pikiran Positif

Photo by : Hanna Kalyca Khoeroh
Suasana acara pembukaan Siberkreasi Netizen Fair 2019



JAKARTA-Siberkreasi Netizen Fair 2019 dilaksanakan pada Minggu, 05 Oktober 2019. Acara ini mengangkat tema “Creator Generation”. Terdapat kelas-kelas yang mengajarkan para warga net untuk bijak menggunakan media sosial milik mereka.

Salah satu kelas, yaitu Digiconference Beat Negativity with Positiv Mind. Pada kelas ini mengajarkan para netizen untuk melakukan hal positif dalam mengalahkan maraknya hal negatif di media sosial. Gofar Hilman dan Arie Kirana memandu jalannya sesi ini. Terdapat empat pembicara, yaitu Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Walikota Bogor, Bima Arya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, dan staff kepresidenan, Adita Irawati.

Pada kesempatan ini Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan, “Literasi digital penting bagi kita karena tingkat literasi masyarakat Indonesia tentang digital ini belum baik. Digital ini cepat datangnya, sedangkan kita tidak mempersiapkan diri.”

Dalam mengahadapi maraknya berita hoaks, menurut Adita Irawati, selaku staff kepresidenan, kita harus menjadi warga net yang pintar. Menurutnya kita harus bisa menyaring informasi yang kita dapat sebelum menyebarluaskan di media sosial. 

Selain itu, Walikota Bogor, Bima Arya membagi unggahan dengan tiga kategori, yaitu sosialisasi, klarifikasi, dan motivasi, “Pertama sosialisasi. Jadi kalau kita mau buat program, satu menit video itu namanya sosialisasi. Kedua adalah klarifikasi. Kadang ada isu-isu yang buat program kita ga akan jalan, jadi kita harus klarifikasi. Kemudian ketiga itu yang terpenting menurut saya dan kadang-kadang ini lemah, yaitu motivasi,” jelasnya. Menurut Bima, orang yang melihat unggahannya bukan hanya orang dewasa, melainkan anak-anak sehingga jika salah unggah mereka akan terpengaruh ke hal negatif. Namun, jika ia membuat unggahan yang positif mereka akan mendapat pencerdasan sehingga penting adanya motivasi dalam melakukan unggahan.

Siberkreasi Netizen Fair 2019 diadakan di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Kegiatan yang didukung oleh Kementerian Komuniaksi dan Informasi ini merupakan yang ketiga kalinya diadakan. “Tahun 2017 pak menteri mengintruksikan kita untuk tata kelola konten di internet. Dengan Gerakan ini konten-konten negatif bukan saja diblok, tapi kita juga menumbuhkan yang namanya konten positif yang akhirnya masyarakat punya pilihan,” jelas Samuel A. Pangarepan, selaku Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika.

Menurut Samuel, terdapat sekitar 20.000 orang yang mendaftar hadir pada kegiatan tersebut. Para peserta dapat mendaftarkan diri melalui online tanpa harus mengeluarkan biaya. Terdapat kelas paralel untuk membuat tulisan, video, pelatihan coding, dan kelas untuk memanfaatkan telepon genggam agar menciptakan konten-konten positif.

Share:

Selasa, 22 Oktober 2019

Citarasa Infused Water dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Photo by : Google.com

Mungkin kamu pernah melihat orang meminum air mineral yang berisi rendaman buah-buahan di dalamnya. Minuman tersebut merupakan air detoks atau biasa disebut infused water.
Infused water merupakan air mineral yang berisi rendaman berbagai macam potongan buah-buahan. Selain buah, infused water juga bisa kita nikmati dengan berbagai macam bahan herbal  dan sayuran segar.

Akhir-akhir ini infused water populer di kalangan masyarakat karena dianggap memiliki berbagai manfaat bagi tubuh. Salah satu manfaat infused water adalah dapat membantu proses menurunkan berat badan.

Dalam proses penurunan berat badan kita disarankan mengonsumsi banyak air mineral. Kita juga disarankan meminum air mineral minimal 2 liter dalam sehari. Hal ini karena air dapat meningkatkan laju metabolisme pada tubuh dan akan membakar lebih banyak kalori. Selain itu, dengan mengkonsumsi air mineral sebelum makan juga dapat mengurangi rasa lapar sehingga kita akan makan dengan porsi yang sedikit.

Namun, tidak semua orang suka mengkonsumsi air mineral dalam jumlah banyak. Hal tersebut karena dapat menimbulkan rasa mual. Dalam masalah ini infused water sangatlah membantu. Buah, sayur, atau bahan herbal yang terdapat dalam infused water akan menambah citarasa air mineral yang tadinya tidak memiliki rasa. Dengan adanya citarasa dari bahan-bahan tersebut akan meminimalisir rasa mual yang timbul saat mengkonsumsi air mineral dengan takaran yang banyak.

Selain itu, dengan mengkonsumsi infused water juga mampu meningkatkan kesehatan tubuh. Infused water dianggap dapat mendetoksifikasi tubuh, merelaksasikan tubuh, dan melancarkan metabolisme tubuh.

Menurut Dr. Zaidul Akbar, tubuh akan merasakan perbedaan jika kita mengkonsumsi air mineral biasa dengan mengkonsumsi infused water. Jika kita mengkonsumsi infused water selama tiga hari perbedaan itu akan terasa pada tubuh kita.

Air sangat penting bagi kesehatan pencernaan karena bisa membuat buang air besar teratur. Jika tubuh kekurangan kandungan air maka akan menimbulkan risiko sembelit. Minum banyak air membantu makanan melewati usus dengan lancar dan mencegah terjadinya sembelit. Dengan mengonsumsi infused water membantu kita agar tidak merasa bosan ketika harus mengkonsumsinya dalam jumlah banyak.

Terdapat berbagai macam buah yang bisa kita gunakan untuk membuat infused water. Biasanya buah, sayur, atau bahan herbal yang cocok digunakan untuk membuat infused water adalah yang memiliki citarasa asam, seperti kiwi, stroberi, apel, nanas, blueberry, dan jeruk nipis. Sedangkan bahan herbal yang biasa digunakan adalah daun mint, cengkeh, dan batang serai.

Menurut Dr. Zaidul Akbar, lebih bagus membuat infused water menggunakan buah yang dikeringkan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar zat yang terdapat pada buah tersebut tidak keluar terus menerus ketika terendam air dan tidak menyebabkan buah terfermentasi. Kita bisa melakukan proses pengeringan buah dengan menggunakan oven.
Share: