Selasa, 02 Juni 2020

Pencarian Narasumber & Bertemu Dengan Orang Baik

Photo by : Pinterest

Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB, tanpa pikir panjang aku mulai bersiap dan menuju RS tersebut. Sebenarnya aku bisa mengendarai motor,tetapi karena aku tidak mengetahui lokasi RS dengan baik maka aku memutuskan menggunakan ojek online sehingga tidak perlu membuang waktu mencari lokasinya.

Itu adalah kali pertama aku berkunjung ke RS tersebut. Ketika tiba aku terkejut karena tenyata itu adalah RS yang sangat besar. Sebagai mahasiswa yang baru melakukan magang selama 4 hari dan ini adalah tugas pertama melakukan wawancara saat PI, aku sama sekali tidak mengetahui bagaimana cara agar bisa bertemu seorang narasumber yang sudah kuketahui namanya, tetapi tidak pernah bertemu dan bicara dengannya.

Tanpa pikir panjang kakiku mulai melangkah menuju pintu masuk RS. Aku melihat begitu banyak orang di sana dan tidak tahu harus bertanya pada siapa.  Akhirnya aku mulai bertanya pada salah satu karyawan yang berada di pusat informasi, tetapi sayangnya ia tidak mengenal dokter yang aku cari.

Lalu aku mencoba bertanya dengan karyawan lain yang sedang duduk di belakang meja pusat informasi lain. Ternyata ia juga tidak mengenal dokter yang kumaksud (menurutku mereka tidak mengetahui karena itu adalah RS besar dan ada banyak dokter jadi mereka tidak hafal semua dokter di sana). Namun, aku diarahkan untuk menuju ruangan yang biasa digunakan oleh dokter spesialis seperti narasumberku.

Saat sampai di ruangan tersebut aku bertemu salah satu wanita berkerudung. Aku bertanya apakah ada dokter dengan nama yang kuberikan. Lalu wanita itu bilang jika dokter yang aku maksud hanya praktik di RS itu pada hari tertentu dan di hari lainnya berada di salah satu gedung kesehatan milik pemerintah. (Pastinya saat berbicara padaku beliau menyebutkan nama lokasi yang sebenarnya, tetapi di sini aku akan menulisnya menjadi gedung kesehatan milik pemerintah yaa hehe)

Aku sempat bercerita jika aku memiliki kontaknya, tetapi tidak bisa kuhubungi dan memutuskan bertanya kontak narasumberku itu (karena aku berpikir jika kontak yang ada sudah tidak aktif),tetapi wanita itu menolak memberikan. Aku paham mungkin ia tidak ingin memberikan kontak seseorang kepada orang asing.

Namun, aku sangat berterima kasih pada wanita yang ternyata juga seorang dokter itu. Ia sangat ramah dan mau menjawab pertanyaanku padahal saat itu kulihat ia sedang sibuk dengan pekerjaanya. Berkat beliau juga setidaknya aku mendapatkan petunjuk keberadaan narasumberku. (Saat itu aku berpikir ternyata masih ada orang sebaik dan seramah itu. Padahal aku datang tanpa membawa surat tugas, karena memang belum jadi, dan aku tidak memiliki kartu identitas dari media)

Akan tetapi, yang beliau tahu narasumberku sedang melakukan pelatihan di luar kota, yang entah sudah selesai atau belum, sehingga ada kemungkinan nomor tidak dapat kuhubungi karena ia matikan selama pelatihan.

Setelah mendengar itu sebenarnya aku mulai patah semangat dan berpikir jika narasumberku mungkin memang masih mengikuti pelatihan sehingga tidak dapat kuhubungi. Namun, ada kemungkinan juga jika ia sebenarnya sudah menyelesaikan pelatihan dan berada di tempat ia bertugas saat ini.

Selain itu, aku berpikir apakah lebih baik aku kembali ke rumah dan melaporkan pada reakturku bahwa narasumber yang ia berikan tidak ada di tempat atau aku harus bagaimana. Aku merasa sangat bimbang saat itu. Entahlah saat itu kepalaku benar-benar menjadi sangat pusing dan dipenuhi berbagai pertanyaan.

Akhirnya karena sudah tiba waktu Dzuhur maka kuputuskan mencari mushala untuk melaksanakan sholat. 

Bersambung ke link berikut ini Klik di sini


Link cerita sebelumnya Klik di sini
Share:

0 komentar: