![]() |
| Photo by: Google.com |
Sahabat adalah orang yang dinilai penting
dalam kehidupan seseorang. Sosok ini merupakan orang yang menerima kita apa
adanya. Bersama sahabat kita bisa berbagi suka dan duka yang sedang kita alami.
Banyak orang menemukan sahabat sejati sejak masih kanak-kanak, saat di bangku
sekolah, bahkan saat bekerja. Berbeda dengan kebanyakan orang, aku
memiliki sahabat yang sudah kukenal sejak lahir. Awalnya aku tidak menyadari
bahwa sahabat sejatiku adalah orang yang selalu ada di sampingku sejak kecil.
Saat itu adalah ketika aku sedang merasa kecewa
dengan seseorang yang aku sebut sebagai sahabat. Setelah kejadian itu benakku
selalu bertanya, “Siapa sebenarnya sahabat sejati untukku yang memiliki hati
tulus, bagaimana cara menemukan sosoknya?” Pertanyaan itu selalu berputar dalam
pikiranku setiap saat.
Ketika jawaban masih juga kucari, aku mulai
menilai-nilai setiap kawan yang aku temui. Aku bertemu dengan banyak orang yang
memiliki pribadi berbeda-beda. Ada kawan yang sangat ramah, sangat baik, suka
berbagi cerita, ada pula yang sangat peduli denganku.
Semua kawan yang kujumpai dalam kehidupanku
ternyata selalu baik dalam penilaianku. Akan tetapi, aku merasa belum juga
mendapatkan kawan yang bisa aku sebut sebagai sahabat. Semua kawanku mungkin
kunilai baik, tetapi aku belum bisa menilai mereka sebagai orang yang
setia.
Hari berganti bulan dan bulan pun berganti tahun,
lambat laun pertanyaanku mulai terjawab sedikit demi sedikit. Ternyata sosok
sahabat tidak hanya dapat kita temui dari kalangan teman. Setelah aku tidak menemukan
sosok yang kucari melalui penilaian kepada teman yang hadir dalam
kehidupakanku, aku mulai memperhatikan sosok terdekat dalam hidupku.
Aku baru menyadarinya ketika aku duduk di bangku
kuliah, Ternyata sahabat yang kucari selama ini selalu mengisi hari-hariku.
Sahabatku adalah sosok teman wanita satu-satunya yang kumiliki dalam
keluarga. Biasanya orang mengatakan sosok sahabatku ini adalah wanita yang
memiliki cinta tulus dan kasih sepanjang masa. Aku biasa
memanggilnya dengan sebutan “Ibu”.
Menurutku ibu adalah sosok yang sangat peduli
denganku. Sebagai orang tua sikap ibu sudah tidak bisa kuragukan lagi
kesetiaannya karena selalu ada ketika aku membutuhkan. Ibu juga merupakan orang
yang memiliki sifat jujur, sifat yang sangat kuimpikan dari seorang
sahabat.
Bohong jika hubungan antara anak dan orang tua atau
antara sahabat tidak pernah ada pertengkaran. Begitu pula dengan hubungan
antara aku dan ibu, ada saat ketika kami saling menunjukkan ego dan emosi.
Biasanya itu terjadi ketika di antara kami sedang memiliki suasana hati
buruk. Itu juga terjadi ketika kami memiliki pandangan berbeda mengenai
suatu hal. Namun, aku dan ibu bukanlah orang yang bisa memendam emosi terlalu
lama. Jika ada suatu hal yang membuat kami saling mengeluarkan argumen berbeda,
biasanya kami akan saling diam beberapa saat. Setelahnya aku mulai meminta maaf
pada ibu, entah saat itu argumenku memang benar atau tidak.
Semakin dewasa sebagai anak aku samakin mampu
mengendalikan diriku ketika sedang marah. Ketika ibu sedang memiliki suasana
hati yang buruk biasanya aku hanya akan mendengar apa yang ia katakan tanpa
menunjukkan emosi yang sama. Ketika aku sedang memiliki suasana hati yang tidak
baik, aku juga hanya akan diam dan menunggu emosiku mereda.
Semakin lama aku dan ibu saling memahami satu sama
lain. Sebagai dua orang wanita dalam keluarga, di antara tiga orang laki-laki,
aku dan ibu adalah rekan yang baik dalam melakukan suatu hal untuk
keluarga. Kami sering melakukan kegiatan bersama-sama, seperti ketika ramadan
tiba, aku dan ibu akan menjadi orang yang sibuk mempersiapkan menyambut
lebaran.
Kebiasaan yang
kami lakukan bersama saat mempersiapkan hari raya adalah pergi ke Tanah Abang
dan ke pabrik kue kering. Selain itu, kami juga mempersiapkan pakaian yang akan
keluarga kami kenakan saat lebaran. Jika biasanya orang lebih suka membeli baju
yang sudah jadi untuk digunakan saat lebaran, aku dan ibu lebih suka membuat di
penjahit langganan. Hal tersebut karena kami suka menggunakan baju yang seragam
satu keluarga. Sebelumnya kami akan menuju toko bahan di kawasan Fatmawati dan
memilih jenis bahan serta warna yang cocok.



6 komentar:
Maaf ka ada kata yang typo itu samakin hehe, btw sehat selalu ibunya Hanna semoga selalu bisa menemani hanna hingga sukses aamiinn
Wah terima kasih koreksinya kakak. Aamin terima kasih juga doanya :)
Tulisan-tulisannya mudah dipahami. Semoga konsisten dengan artikel-artikel selanjutnya yaaa
Retorika bahasanya bagus
Sukses selaluuu untuk penulisnya
Aamin. jangan lupa baca dan komen artikel-artikel yang lain yaa hehe
terima kasih. jangan lupa baca artikel-artikel lainnya yaa :)
Posting Komentar