Minggu, 18 Oktober 2020

Mengerjakan Tugas Akhir di Masa Pandemi

Akhir Maret 2020 adalah waktu Tugas Akhir mulai kukerjakan. Tugas Akhir (TA) adalah salah satu syarat kelulusan  yang harus kulalui agar bisa lulus jenjang Diploma 3. 

Pada awal April tiba-tiba saja terjadi pandemi yang menggemparkan dunia. Yaa, virus Covid-19 atau biasa disebut Corona mulai menyebar di Indonesia. Guna menurunkan angka penyebaran virus yang berasal dari Wuhan China tersebut, pada 10 April 2020 pemerintah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).  

Pada masa itu pemerintah mewajibkan agar seluruh aktifitas dilakukan di rumah mulai dari bekerja, sekolah, hingga kegiatan lainnya. Pada awalnya PSBB direncanakan berlaku hanya selama 2 minggu, tetapi akhirnya diperpanjang beberapa kali.

Berlakunya PSBB membuat mahasiswa tingkat akhir hanya bisa melaksanakan bimbingan melalui online. Dalam pengerjaan TA setiap mahasiswa dibimbing oleh dua dosen, materi dan teknis. Setiap dosen kurang lebih membimbing 20 mahasiswa.

Bimbingan materi dilaksanakan lebih dulu. Sebenarnya bimbingan ini sudah dimulai pada akhir Maret, beberapa minggu sebelum PSBB diberlakukan, dan berjalan dengan lancar. Namun, kesulitan mulai timbul setelah pemberlakukan PSBB. 

Banyaknya mahasiswa dan pelarangan pembelajaran tatap muka membuat dosen pembimbing (dospem) beberapa kali harus mengubah sistem bimbingan. 

Awalnya bimbingan dilakukan via pesan singkat dengan mengirim file berupa word. Namun, karena dinilai kurang efisien, membuat dosen mengubah sistem bimbingan melalui telpon.

Biasanya dosen hanya membuka bimbingan beberapa kali dalam satu minggu. Bahkan terkadang dalam satu minggu ditiadakan bimbingan. Biasanya mahasiswa dipersilakan mencantumkan nama mereka dengan jumlah yang sudah dibatasi. Hal tersebut membuat kami para mahasiswa harus sigap mencantumkan nama agar bisa mengikuti jadwal bimbingan. Terlambat sedikit alamat harus menunggu bimbingan selanjutnya yang entah kapan akan dilaksanakan. Meskipun masih dirasa kurang maksimal, tetapi sistem bimbingan tersebut kami lakukan hingga akhir. 

Sebenarnya sistem bimbingan itu membuat banyak mahasiswa seperbimbinganku khawatir. Dosen menjadi sulit dihubungi dan kami harus bermain cepat untuk mencantumkan nama ketika waktu bimbingan sudah diinfokan. Selain itu, dosen yang membimbingku sangat memperhatikan dan mengutamakan BAB 2 TA. Hal tersebut membuat kami harus mencari banyak referensi terpercaya untuk digunakan sebagai landasan teori. Belum lagi larangan aktifitas di luar dan ditutupnya banyak perpustakaan juga menjadi alasan kekhawatiran mahasiswa semakin bertambah.

Pada awalnya aku juga sempat merasa khawatir dengan sistem bimbingan yang diberlakukan. Sebenarnya aku adalah orang yang suka mengikuti kata hati. Aku juga mulai belajar menyerahkan semua yang ada di hidupku pada yang di atas. Ketika pengerjaan TA mulai kujalani, suatu hari saat sedang berdoa selesai melaksanaan sholat, tiba2 saja mulutku mengucapkan kata2 yang benar2 keluar dari dalam hatiku. "Ya Allah, aku ingin mengerjakan TA dengan mudah dan menikmati setiap prosesnya." (Itu karena aku pada tahap kelulusan sebelumnya tidak menikmati setiap proses sehingga membuatku sedikit trauma hehe)

Terus dan terus mulut ini selalu mengulang permintaan itu. Hingga tanpa kusadari aku benar-benar menikmati setiap proses bimbingan sehingga tidak merasa terbebani.

Ketika dosen tidak kunjung menginfokan waktu bimbingan, aku lebih memilih mengerjakan hobiku dalam memasak. Hal tersebut ternyata juga bisa membuatku berpikir positif, "Mungkin memang belum waktunya bimbingan, atau mungkin dosen kami sedang sibuk dengan pekerjaannya. Alhamdulilah deh jadi bisa bikin kue lagi hehe," kataku dalam hati.

Kuikuti alur pengerjaan TA dengan santai, tetapi tidak lupa juga untuk selalu meminta pada-Nya. Ketika sudah selesai mengerjakan revisi dan bimbingan selanjutnya belum diinfokan, aku tetap menyalurkan hobi memasak dan mencoba menu-menu baru hehe. 

Hal yang paling kutakuti ketika bimbingan adalah saat dosen sudah membahas tentang teori ahli. "Pasti disuruh ganti teori nih," kataku dalam hati. Meskipun pada awalnya aku merasa takut, tetapi dengan kembali berserah diri pada yang di atas ternyata aku bisa melewatinya. Secara perlahan aku mencari teori lain melalui jurnal online. Terkadang aku juga membaca e-book di aplikasi perpustakaan. Ternyata dengan kesabaran dan berserah diri semua teori yang kubutuhkan bisa kudapat😊

Mungkin sekitar kurang lebih 3 bulan, akhirnya aku bisa menyelesaikan bimbingan materi. Alhamdulillah aku menjadi mahasiswa pertama yang dinyatakan selesai bimbingan materi dengan dospemku. 

Selanjutnya aku menghubungi dospem teknik TA ku. Dosenku kali ini memberlakukan sistem bimbingan via pesan singkat. Butuh sekitar kurang dari 1 bulan hingga aku bisa menyelesaikan bimbingan teknis.

Akhirnya setelah semua bimbingan sudah kuselesaikan, aku mendaftar sidang pada 8 Juli 2020. Aku menunggu hingga jadwal sidang diumumkan dengan tetap melaksanakan hobi memasakku hehe.

Ternyata menyerahkan semua pada takdir Allah SWT memang sangat menentramkan hati. Dengan cara itu aku bisa menyelesaikan TA dengan baik dan lancar. Pemikiranku tanpa sadar juga menjadi positif. 

Bahkan jika ditanya tentang perasaanku mengerjakan TA di tengah pandemi, jawabanku adalah aku sangat bersyukur. Alasannya karena jika saja aku tidak menyelesaikannya saat pendemi, mungkin aku akan lebih sibuk bolak balik ke kampus untuk bimbingan. Bahkan mungkin tidak ada waktu untuk menyalurkan hobiku dalam memasak hehe. 

Itu lah pengalamanku dalam mengerjakan  Tugas Akhir di tengah pandemi. Semoga aku bisa menceritakan pengalaman lainnya di lain waktu😊

Share:

0 komentar: