![]() |
| Photo by : Google.com |
Kasih
sayang mereka memang tidak akan sebanding dengan kasih sayang ibu yang sepanjang masa. Sikap
kepahlawanannya pun tidak dapat disandingkan dengan pahlawan hidupku yaitu
ayah. Akan tetapi, mereka selalu menjadi sosok-sosok terbaik yang turut andil
dalam pertumbuhanku.
Terlahir
sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara, aku adalah anak perempuan
satu-satunya dalam keluarga. Banyak orang sangat mengidamkan posisiku karena
memiliki banyak penjaga dalam hidupku. Aku pun tidak dapat menyanggah kalimat
tersebut. Kasih sayang dua sosok lelaki selain ayah ini tidak akan
kupertanyakan lagi kesetiaannya.
Aku dan kedua kakakku tidak
tinggal satu rumah. Awalnya aku tidak bisa menerima dengan keputusan mereka
karena merasa tidak akan bisa melalui hari-hariku. Akan tetapi, setelah
menjalaninya ternyata aku bisa melalui dengan baik dan menjadikan aku lebih
mandiri. Meskipun jauh mereka tetap memantau pergaulanku dengan cara mereka
masing-masing.
Tinggal
berjauhan membuat kami harus berbincang
dengan bantuan telepon. Hal tersebut membuat waktu berbincang kami terbatas.
Biasanya jika ingin menyampaikan suatu
hal aku hanya tinggal menemui kakakku di kamarnya. Setelah kami tidak tinggal bersama,
topik tersebut harus kami
sampaikan melalui jaringan telepon. Selain itu, kesibukan kami menjadi alasan
lain terbatasnya waktu untuk berbincang.
Ketika kakakku memiliki waktu luang untuk menelpon, sedangkan aku sibuk
mengerjakan sesuatu hal dan tidak bisa terganggu. Begitu pula sebaliknya, kami
sangat sulit menemukan waktu yang pas untuk berbincang dalam waktu lama.
Meskipun begitu, lambat laun kami terbiasa dengan kondisi ini dan menjalaninya
dengan baik.
Kedua
kakak laki-lakiku memiliki cara yang berbeda dalam menjaga adik perempuannya.
Terpaut tiga tahun lebih tua dariku, kakak keduaku bisa dibilang memiliki cara
yang manis dalam menjagaku. Kakakku tidak pernah sungkan melontarkan pujian dan
rasa sayangnya kepadaku. Ia juga selalu berusaha membuatku senang dengan
mengajak jalan-jalan ke luar kota saat liburan semester telah tiba.
Kakak
keduaku adalah pendengar setia yang sabar. Aku bukanlah orang yang mudah
berbagi cerita kepada orang lain tentang hal yang sedang aku alami. Akan
tetapi, dengannya aku selalu bisa meluapkan keluh kesah seluruh masalah dalam
keseharianku.
Kakak
keduaku lebih sering menghubungiku melalui telepon. Dalam perbincangan tersebut
biasanya kakakku akan memberikan nasihat
serta solusi tentang masalahku. Salah satu nasihat yang pernah kakakku berikan
untukku, yaitu aku tidak boleh lelah berbuat baik kepada orang lain, entah
orang itu pernah menyakitiku atau tidak. Menurutnya jika kita berbuat baik maka
semua hal akan terasa mudah karena dalam berbuat baik menimbulkan rasa ikhlas. Nasihat tersebut berusaha aku terapkan
dalam keseharianku.
Berbeda
dengan kakak keduaku, kakak pertamaku memiliki sikap yang lebih cuek. Ia
memiliki caranya sendiri dalam menjagaku. Kakakku biasanya akan memberikan nasihat jika ia sudah merasa aku
melakukan hal yang kurang baik.
Jika
membicarakan soal kakak pertamaku, aku selalu ingat masa kecil kami. Dari tiga
bersaudara aku dan kakak pertamaku adalah saudara yang sering bertengkar.
Pertengkaran itu biasanya tentang hal-hal sepele seperti makanan dan sikap
kakakku yang usil. Kami akan saling bekejaran setelah mengejek satu sama lain.
Biasanya kakak keduaku hanya tersenyum melihat tingkah laku kami berdua. Kejadian tersebut menjadi momen masa kecil kami yang tidak terlupakan.
Sejak
kecil orang tua kami memberikan larangan anak-anaknya menjalin hubungan khusus
dengan lawan jenis atau berpacaran. Selain karena tidak diperbolehkan dalam
agama kami, orang tua kami merasa pergaulan zaman sekarang sudah terlalu
berbahaya. Menurut mereka larangan tersebut dapat menjauhkan kami dari
pergaulan negatif.
Ketika
beranjak dewasa kedua kakakku sangat menegaskan larangan tersebut untukku.
Mereka tidak hanya menegaskan larangan, tetapi juga memberikan kasih sayang
yang lebih kepadaku, dengan cara mereka yang berbeda tersebut. Mereka tidak ingin aku kekurangan kasih
sayang sehingga mencarinya dari orang lain.
Sikap
kakaku membuat aku sadar bahwa kasih sayang lawan jenis tidak hanya bisa kita
dapat dari orang lain yang biasa kita sebut dengan “kekasih” tetapi bisa pula
dari keluarga. Hal tersebut membuat aku hanya berpikir untuk mencari banyak teman.
Aku merasa kasih sayang dari
kedua kakakku menjadikkan mereka sosok-sosok terbaik
dalam pertumbuhanku.
Artikel ini sudah dimuat di Bandung Berita.com


2 komentar:
Kakakku sahabatku
ayo segera bergabung dengan saya di D3W4PK
hanya dengan minimal deposit 10.000 kalian bisa menangkan uang jutaan rupiah
ditunggu apa lagi ayo segera bergabung, dan di coba keberuntungannya
untuk info lebih jelas silahkan di add Whatshapp : +8558778142
terimakasih ya waktunya ^.^
Posting Komentar