Rabu, 02 Oktober 2019

Balada Pendingin Udara Tak Menyala

Politeknik Negeri Jakarta
Photo by: Hanna Kalyca Khoeroh


JAKARTA - “Fasilitas yang kami terima tidak sepadan dengan biaya yang kami keluarkan”

Pengap dan panas adalah dua kata yang sangat menggambarkan ruang kelas 404 di Gedung Z Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta, Depok, Jawa Barat. Fasilitas pendingin udara yang tidak menyala normal memberikan efek buruk kepada mahasiswa maupun dosen yang menempati ruangan berbentuk persegi ini.

Ruangan dengan tembok berwarna biru, merah, dan pastel ini berisikan sembilan belas mahasiswa, terdiri dari enam mahasiswa laki-laki dan tiga belas mahasiswa perempuan. Terdapat beberapa fasilitas di dalam ruangan yaitu 25 kursi belajar dengan meja berwarna cokelat dan alas duduk berwarna hitam, satu buah meja dosen berwarna cokelat, satu buah kursi dosen berwarna biru, sembilan buah lampu yang terdapat dilangit-langit kelas, dan dua buah pendingin ruangan yang terletak di bagian belakang ruangan.

Anita Rahim, salah satu mahasiswa yang menempati ruang 404, ditemui pada Rabu (31/10) di ruang kelas, ia mulai bercerita, “Awalnya pas masuk kelas ini ngga ada keluhan karena liat bangkunya bagus, tapi lama-lama itu AC-nya (pendingin ruangan) panas.” Menurut mahasiswa berkerudung ini, mereka sudah menempati ruangan 404 selama hambir 3 bulan/4 bulan dan pendingin udara sudah mati sejak mereka pertama kali menempati ruangan dengan pintu masuk berwarna cokelat tersebut.

“Di sini ada dua AC, yang satunya emang mati total, penutupnya juga udah terlepas, satunya lagi 5 menit sekali ada anginnya, kaya misalkan kita masuk itu memang agak panas tapi pas udah agak lama sekitar 5 menit atau 7 menitan sekali itu ada anginnya,” jelasnya. Kesejukan selama 5 menit atau 7 menit ini tidak dirasakan oleh setiap mahasiswa, “Yang kena cuman bagian yang deket AC-nya aja, yang ngga bagian deket AC-nya ngga kena,”tambahnya.

Ia merasa hal tersebut sangat berdampak bagi kenyamanan kelas, “Sangat berdampak sekali apalagi kalo misalnya kita panas terus lagi banyak tugas, kelas jadi kaya ngga nyaman banget rasanya pengen keluar dari kelas aja,” katanya.

Selain itu, Fadhil, salah satu mahasiswa laki-laki yang menempati ruangan ini memberikan pendapatnya, “ Keadaan ini sangat berefek, waktu lagi belajar jadi ngantuk karena gerah,” jelasnya.

Pendapat Dosen
Selain mahasiswa, ditemui pada Kamis (25/10) di lantai tiga Gedung Z Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta, Sari Puspita Dewi, M.Pd., salah satu Dosen Bahasa Inggris yang mengajar di ruang 404 juga merasakan hal yang sama, “AC rusak jadi sirkulasi udara kurang nyaman, ngga nyaman karena kita gerah, anak-anak juga suka kipas-kipas sendiri.”

Ia merasa jika kenyamanan bisa mengganggu fokus ketika pelajaran sedang berlangsung. “Jika orang tidak nyaman dia akan sibuk untuk mencari kenyamanan terlebih dahulu setelahnya mereka baru akan fokus untuk belajar, jadi ya mengganggu.” Ia juga mengatakan jika biasanya mahasiswa meminta agar kelas berpindah ke ruangan lain yang pendingin udaranya bekerja dengan baik.

Kemudian, Moh. Zaenal Abidin Eko Putro, M.Si, Dosen Matakuliah Sosiologi yang mengajar di ruang 404, merasa terkejut setiap memasuki ruangan 404 dan selalu bertanya-tanya mengapa hanya ruang ini saja yang terasa panas sedangkan ruang kelas lain dan ruang dosen tidak. 

“Saya sendiri juga merasa memang ada suasana kurang nyaman di kelas, kita sebagai dosen bisa liat dari gerak tubuh mereka (mahasiswa). Kalo ini disebabkan oleh kemudian mahasiswa itu kurang nyaman boleh jadi,” jelasnya pada Rabu(31/10) di ruang kelas 404. 

Tindak Lanjut Struktural
Pada Rabu (31/10) di Ruang Struktural Gedung Z Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta, Drs. Mohammad Fauzy, M.Psi., selaku bagian fasilitas di gedung ini memberikan tanggapannya mengenai persoalan tersebut, “Kita hanya bisa mencatat itu dan melaporkan ke Gedung Q (Gedung Direktorat Politeknik Negeri Jakarta) bagian pengadaan,” katanya. Ia menjelaskan jika bagian pengadaan akan bekerja berdasarkan penganggaran dan direncanakan selama setahun.

Mengenai alur pelaporan memang melalui dirinya, sebagai struktural bagian fasilitas yang kemudian akan disampaikan kepada pusat. Menurutnya laporan mengenai fasilitas pendingin udara yang mati sudah ia terima dari banyak orang. Untuk lebih lanjutnya ia sudah menyampaikan kepada pihak Gedung Direktorat Politeknik Negeri Jakarta akan tetapi, bagian pengangaran selalu memiliki prioritas dalam perbaikan fasilitas di Kampus Politeknik Negeri Jakarta.

Fauzy juga menjelaskan jika permintaan pergantian AC sudah diminta sejak dua tahun lalu, “Ada tindak lanjut tapi hanya perbaikan bukan diganti, perbaikan sudah tapi begitu diperbaiki balik panas lagi,” jelasnya.

Menurutnya melakukan permohonan perbaikan AC lebih mudah, kurang lebih tiga sampai enam bulan sudah akan dikirim teknisi untuk memperbaiki. Terkadang melapor satu hari gedung pusat  bisa langsung mengirim teknisi untuk melakukan pengecekan hari itu juga. Akan tetapi untuk permintaan pergantian AC kemungkinan akan ditindak lanjut satu sampai dua tahun setelah pelaporan dilakukan.

”Kita tidak punya daya untuk mengatasi itu, kadang–kadang kita atasi dengan uang sendiri, tapi sekarang udah ngga mungkin karena udah banyak banget,” katanya.

Harapan
Peristiwa pendingin udara yang mati sangat berdampak bagi kegiatan belajar-mengajar di ruang kelas 404, “Harapan aku sih yang pasti AC-nya segera diganti kalo ngga diganti ya dibenerin lah seengganya, jangan sampe kita merasa panas,”harap Anita.

“Udah gitu kita di sini kuliah bayar itu kan ngga sepadan dengan apa yang kita keluarkan dan kita dapatkan. Kalo bisa untuk kedepannya AC-nya dibenerin, kalo AC  mati beginikan jadi kaya sampah kan ya,” tambahnya.

Fadhil juga memberikan harapannya, “Mudah-mudahan kedepannya lebih baik, AC nya mohon diganti, fasilitasnya lebih baik,” katanya.

Selain itu, harapan juga datang dari dosen pengajar di ruang 404 yang terletak di lantai empat Gedung Z Teknik Grafika dan Penerbitan ini, Sari Puspita Dewi,M.Pd, selaku Dosen Bahasa Inggris memberi harapannya, “Segera ditindak oleh struktural supaya mahasiswa kembali nyaman.“

Share:

8 komentar:

Nurnafisah mengatakan...

Alhamdulillah sekarang dapat kelas yang AC-nya nyala terusss!! hehee

Amelia Riskita Putri mengatakan...

Semoga fasilitas di TGP semakin baik sehingga mahasiswa/inya bisa belajar dengan nyaman🙏

author mengatakan...

semoga adanya kritikan seperti ini bisa memperbaiki keadaan di sana ya

Unknown mengatakan...

Kenyamanan kelas seharusnya menjadi perhatian utama pihak kampus. Soalnya kalau kelas tidak nyaman mahasiswa akan merasa tidak nyaman saat belajar

Hanna mengatakan...

Alhamdulilah beruntung sekaliii wkwk

Hanna mengatakan...

Aamiin

Hanna mengatakan...

Aamiin. Belajarnya jadi nyaman deh hehe

Hanna mengatakan...

seharusnya sih begitu hehe