Politeknik Negeri Jakarta
| Photo by: Hanna Kalyca Khoeroh |
JAKARTA - “Fasilitas
yang kami terima tidak sepadan dengan biaya yang kami keluarkan”
Pengap dan panas adalah dua kata yang
sangat menggambarkan ruang kelas 404 di Gedung Z Teknik Grafika dan Penerbitan,
Politeknik Negeri Jakarta, Depok, Jawa Barat. Fasilitas pendingin udara yang
tidak menyala normal memberikan efek buruk kepada mahasiswa maupun dosen yang
menempati ruangan berbentuk persegi ini.
Ruangan dengan tembok berwarna biru,
merah, dan pastel ini berisikan sembilan belas mahasiswa, terdiri dari enam
mahasiswa laki-laki dan tiga belas mahasiswa perempuan. Terdapat beberapa
fasilitas di dalam ruangan yaitu 25 kursi belajar dengan meja berwarna cokelat
dan alas duduk berwarna hitam, satu buah meja dosen berwarna cokelat, satu buah
kursi dosen berwarna biru, sembilan buah lampu yang terdapat dilangit-langit
kelas, dan dua buah pendingin ruangan yang terletak di bagian belakang ruangan.
Anita Rahim, salah satu mahasiswa yang
menempati ruang 404, ditemui pada Rabu (31/10) di ruang kelas, ia mulai
bercerita, “Awalnya pas masuk kelas ini ngga ada keluhan karena liat bangkunya
bagus, tapi lama-lama itu AC-nya (pendingin ruangan) panas.” Menurut mahasiswa
berkerudung ini, mereka sudah menempati ruangan 404 selama hambir 3 bulan/4
bulan dan pendingin udara sudah mati sejak mereka pertama kali menempati
ruangan dengan pintu masuk berwarna cokelat tersebut.
“Di sini ada dua AC, yang satunya emang
mati total, penutupnya juga udah terlepas, satunya lagi 5 menit sekali ada
anginnya, kaya misalkan kita masuk itu memang agak panas tapi pas udah agak
lama sekitar 5 menit atau 7 menitan sekali itu ada anginnya,” jelasnya.
Kesejukan selama 5 menit atau 7 menit ini tidak dirasakan oleh setiap
mahasiswa, “Yang kena cuman bagian yang deket AC-nya aja, yang ngga bagian deket
AC-nya ngga kena,”tambahnya.
Ia merasa hal tersebut sangat berdampak
bagi kenyamanan kelas, “Sangat berdampak sekali apalagi kalo misalnya kita
panas terus lagi banyak tugas, kelas jadi kaya ngga nyaman banget rasanya
pengen keluar dari kelas aja,” katanya.
Selain itu, Fadhil, salah satu mahasiswa
laki-laki yang menempati ruangan ini memberikan pendapatnya, “ Keadaan ini
sangat berefek, waktu lagi belajar jadi ngantuk karena gerah,” jelasnya.
Pendapat
Dosen
Selain mahasiswa, ditemui pada Kamis
(25/10) di lantai tiga Gedung Z Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik
Negeri Jakarta, Sari Puspita Dewi, M.Pd., salah satu Dosen Bahasa Inggris yang
mengajar di ruang 404 juga merasakan hal yang sama, “AC rusak jadi sirkulasi
udara kurang nyaman, ngga nyaman karena kita gerah, anak-anak juga suka
kipas-kipas sendiri.”
Ia merasa jika kenyamanan bisa mengganggu
fokus ketika pelajaran sedang berlangsung. “Jika orang tidak nyaman dia akan
sibuk untuk mencari kenyamanan terlebih dahulu setelahnya mereka baru akan
fokus untuk belajar, jadi ya mengganggu.” Ia juga mengatakan jika biasanya
mahasiswa meminta agar kelas berpindah ke ruangan lain yang pendingin udaranya
bekerja dengan baik.
Kemudian, Moh. Zaenal Abidin Eko Putro,
M.Si, Dosen Matakuliah Sosiologi yang mengajar di ruang 404, merasa terkejut
setiap memasuki ruangan 404 dan selalu bertanya-tanya mengapa hanya ruang ini
saja yang terasa panas sedangkan ruang kelas lain dan ruang dosen tidak.
“Saya sendiri juga merasa memang ada
suasana kurang nyaman di kelas, kita sebagai dosen bisa liat dari gerak tubuh
mereka (mahasiswa). Kalo ini disebabkan oleh kemudian mahasiswa itu kurang
nyaman boleh jadi,” jelasnya pada Rabu(31/10) di ruang kelas 404.
Tindak
Lanjut Struktural
Pada Rabu (31/10) di Ruang Struktural
Gedung Z Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta, Drs.
Mohammad Fauzy, M.Psi., selaku bagian fasilitas di gedung ini memberikan
tanggapannya mengenai persoalan tersebut, “Kita hanya bisa mencatat itu dan
melaporkan ke Gedung Q (Gedung Direktorat Politeknik Negeri Jakarta) bagian
pengadaan,” katanya. Ia menjelaskan jika bagian pengadaan akan bekerja
berdasarkan penganggaran dan direncanakan selama setahun.
Mengenai alur pelaporan memang melalui
dirinya, sebagai struktural bagian fasilitas yang kemudian akan disampaikan
kepada pusat. Menurutnya laporan mengenai fasilitas pendingin udara yang mati
sudah ia terima dari banyak orang. Untuk lebih lanjutnya ia sudah menyampaikan
kepada pihak Gedung Direktorat Politeknik Negeri Jakarta akan tetapi, bagian
pengangaran selalu memiliki prioritas dalam perbaikan fasilitas di Kampus
Politeknik Negeri Jakarta.
Fauzy juga menjelaskan jika permintaan
pergantian AC sudah diminta sejak dua tahun lalu, “Ada tindak lanjut tapi hanya
perbaikan bukan diganti, perbaikan sudah tapi begitu diperbaiki balik panas
lagi,” jelasnya.
Menurutnya melakukan permohonan perbaikan
AC lebih mudah, kurang lebih tiga sampai enam bulan sudah akan dikirim teknisi
untuk memperbaiki. Terkadang melapor satu hari gedung pusat bisa langsung mengirim teknisi untuk
melakukan pengecekan hari itu juga. Akan tetapi untuk permintaan pergantian AC
kemungkinan akan ditindak lanjut satu sampai dua tahun setelah pelaporan
dilakukan.
”Kita tidak punya daya untuk mengatasi
itu, kadang–kadang kita atasi dengan uang sendiri, tapi sekarang udah ngga
mungkin karena udah banyak banget,” katanya.
Harapan
Peristiwa pendingin udara yang mati sangat
berdampak bagi kegiatan belajar-mengajar di ruang kelas 404, “Harapan aku sih
yang pasti AC-nya segera diganti kalo ngga diganti ya dibenerin lah seengganya,
jangan sampe kita merasa panas,”harap Anita.
“Udah gitu kita di sini kuliah bayar itu
kan ngga sepadan dengan apa yang kita keluarkan dan kita dapatkan. Kalo bisa
untuk kedepannya AC-nya dibenerin, kalo AC
mati beginikan jadi kaya sampah kan ya,” tambahnya.
Fadhil juga memberikan harapannya,
“Mudah-mudahan kedepannya lebih baik, AC nya mohon diganti, fasilitasnya lebih
baik,” katanya.
Selain itu, harapan juga datang dari dosen
pengajar di ruang 404 yang terletak di lantai empat Gedung Z Teknik Grafika dan
Penerbitan ini, Sari Puspita Dewi,M.Pd, selaku Dosen Bahasa Inggris memberi
harapannya, “Segera ditindak oleh struktural supaya mahasiswa kembali nyaman.“


8 komentar:
Alhamdulillah sekarang dapat kelas yang AC-nya nyala terusss!! hehee
Semoga fasilitas di TGP semakin baik sehingga mahasiswa/inya bisa belajar dengan nyaman🙏
semoga adanya kritikan seperti ini bisa memperbaiki keadaan di sana ya
Kenyamanan kelas seharusnya menjadi perhatian utama pihak kampus. Soalnya kalau kelas tidak nyaman mahasiswa akan merasa tidak nyaman saat belajar
Alhamdulilah beruntung sekaliii wkwk
Aamiin
Aamiin. Belajarnya jadi nyaman deh hehe
seharusnya sih begitu hehe
Posting Komentar